INDAH MAKNA PESANTREN
Jum’at, 21 April 1997 terlahirlah seoreang anak laki-laki yang
bernama Ghozin yang bertempat tinggal di Jawa Tengah tepatnya kota Kebumen. Ia
terlahir dari keluarga sederhana namun penuh makna. Di kampungnya ia dikenal
sebagai seorang anak yang rewel. Karena orang tuanya merasa risih dengan ulah
kerwelannya dikampung, kemudian orang tuanya memutuskan untuk memesantrenkan
anaknya agar lebih bisa terdidik dan lebih cerah masa depannya.
Jawa Barat tepatnya kota Ciamis adalah tempat yang dipilih oleh
orang tua Gozin untuk memesantrenkannya, karena orang tua Gozin pun pernah
mesantren di Ciamis. Pondok Pesantren Mahtahul ‘Ulum (PPMU) adalah tempat
dimana orang tua Gozin bergelut dengan ilmu agama dan ilmu umum. Oleh karena
itu, orang tua Gozin memutuskan untuk memesantrenkan Gozin ditempat orang tua
Gozin mesantren (PPMU), karena orang tua Gozin menganggap PPMU adalah tempat
yang sangat tepat untuk merintis masa depan Gozin menjadi lebih cerah dan lebih
terarah.
Setelah Gozin mengetahui rencana orang tuanya untuk Gozin
mesantren, Gozin pun begegas mencari alasan untuk ia menolak keinginan orang
tuanya. Namun sebelum Gozin mendapat alasan untuk menolak keinginan orang
tuanya, ia malah terlebih dahulu disuruh untuk mesantren. Saat itu ia sangat
kebingungan untuk menolak keinginan orang tuanya sampai-sampai ia tidak bisa
mengucapkan sedikit pun kata tolak untuk orang tuanya meski dalam hatinya ia
sangat enggan dan menolak untuk mesantren.
Senin, 10 Juni 2010 Gozin dan orang tuanya memutuskan untuk
berangkat ke Ciamis. Hari itu adalah hari dimana Gozin pertama kali menginjakan
kakinya di pesantren. Hari pertama ia tinggal di PPMU ia merasa kebingungan
dengan apa yang akan ia lakukan di PPMU, bahkan ia pun sampai meneteskan air
mata saat ditinggal orang tuanya pulang. Beberapa hari tinggal di PPMU ia mulai
mendapatkan teman. Najmudin dan Fuad adalah temannya yang berasal dari kota
Cangkring dan dari kota Ratawangi
Fuad dikenal sebagai seorang anak yang lugu dan pendiam. Karena
sifat Gozin yang rewel dan nakal, Gozin pun membuat ulah dengan mencoba
menjaili Fuad. Saat Gizin menjaili Fuad, Najmudin meliah ulah nakal Gozin
kemudian Najmudin mencoba untuk menasihati Gozin agar Gozin tidak berbuat jail
kepada orang lain karena perbuatan itu merugikan orang lain dan juga perbuatan
yang tidak baik. Namun saat dinasihati, gozin malah tidak terima dan akhirnya
mereka bertengkar. Melihat hal itu, Najmudin sangat tidak suka, kemudian
Najmudin melaporkan perbuatan nakal gozin kepada Nurholis selaku ketua santri
(Rois) santri agar gozin bisa berubah dan meninggalkna sifat jeleknya. Setelah
Najmudin menyampaikan kelakuan nakal gozin, Nurholis pun langsung memanggil
gozin untuk dinasihati dan dibimbing agar kelakuannya berubah dan lebih shaleh.
Setelah gozin mendapat teguran, nasihat, siraman rohani dari Nurholis
Alhamdulillah gozin mulai sadar dan bertekad untuk merubah hidupnya menjadi
lebih baik dan lebih shaleh agar dapat membanggakan orang tuanya dan dapat
berguna bagi umat
Analisis Cerpen
a.
Judul
Indah Makna
Pesantren
b.
Tema
Tema yang
diangkat mengenai perubahan hidup menjadi lebih baik.
c.
Amanat
·
Berbuat
tidak baik kepada orang lain akan merugikan diri sendiri
·
Berbuat
tidak baik kepada orang lain akan merugikan orang lain.
·
Saling
menasihati.
d.
Alur
Alur yang digunakan
dalam cerpen tersebut adalah alur maju.
e.
Latar
1)
Tempat
: di sebuah Pesantren
2)
Waktu : sore hari.
3)
Suasana : penyesalan dan kebahagiaan.
f.
Tokoh
dan penokohan
1)
Gozin
menunjukan sifat nakal karena berbuat kejelekan.
2)
Fuad
adalah seorang yang lugu dan pendiam.
3)
Najmudin
adalah seorang yang baik.
4)
Nurholis
adalah seorang yang adil..
No comments:
Post a Comment