Namamu
akan selalu tersimpan
Pengorbananmu
akan selalu ku kenang
Nasehatmu
akan selalu ku ingat
Ayah….
Kau
korbankan waktumu untuk menghidupi keluargamu
Hanya
untuk sesuap nasi anak dan istri
Ayah….
Seakan
kau tak pernah lelah
Hujan
dan panaspun tak pernah kau hiraukan
Engkau
bagaikan pemandu dalam hidupku
Ayah….
Andai
kau tahu ku selalu merindukanmu
Merindukan
kehangatan dalam canda dan tawamu
Merindukan
lembaran untuk meneruskan pengorbananmu
Ibu engkau bagaikan pelita dalam hidupku
Ibu engkau bagaikan bintang yang selalu setia
pada malam
Kasih sayangmu seperti luasnya lautan
Sentuhanmu lembut bagaikan sutra
Tutur katamu bagaikan lentera penerang hatiku
Nasehatmu indah bagaikan tutur katamu
Kesabaranmu seperti mentari yang tak pernah lelah
menyinar ialam ini
Kehadiranmu bagaikan pelangi yang mewarnai hidupku
Ibu engkaulahpenerang dalam setiap langkahku
Ibusenyumu….
Bagaikan mentari pagi yang menyejukan hati
Disaatku
mengenalmu
Kehidupan
mulai berwarna
Disaatkau
tak ada disampingku
Keseharianku
tak berwarna
Cinta
yang kurasakan ini
Entah
kaupun merasakan atau tidak
Tetapi
ku ingin perasaan ini
Akan
selalu ku kenang dijiwa
Ku
berharap keinginan
Harapan
dan perhatianmu
Akan
selalu tercurahkan
Untukku
seorang
Biarlah
cintaku cintamu
Akan
tetap terus
Abadi
dan bersemi Dalam
hati
Sahabat..
Sungguh berharganya dirimu
Ku tak bisa bahagia tanpamu
Sahabat..
Kau selalu hadir bersamaku
Disaat suka maupun duka
Dalam diam kuhatiku bertanya
Mungkinkah kita kan selalu bersama?
Sahabat..
Aku harap persahabatan kita bagai lingkaran
Kamu tau kenapa??
Karena lingkaran takpernah punya titik awal dana khir
Sahabat..
Aku tak ingin persahabatan kita bagai garis
Yang punya titik awal dan akhir
Sahabat..
Aku akan selalu merindukanmu..
Hari ini hari yang kaunantikan
Bertambahnya
umur untukmu
Menjadikan perubahan
dalam segala hal
Cita-cita
yang kau inginkan
Mudah-mudahan
terwujudkan
Hanya do’a dan
ucapan
Yang bisa aku
katakan
Semoga Allah
mendengar
Dan akan mengabulkan…Aamiin
Tahun yang
lalu
tahun yang
sekarang
harapanselaluada
harapan selalu
datang
aku mungkin bukan
siapa-siapa
aku hanya
kaka biasa
yang selalu ingin
ada
disetiap hari-harimu
Semenjak
ku mengenalmu
Kenangan
bersamamu
Semenjak
kau mengisi hatiku
Kaupun
menjadi masalaluku
Tak
ku kira kau meninggalkanku
Tanpa
alas an yang padu
Sampai
kapan aku harus merindu
Dengan
menunggu dan menunggu
Dikala
hati ini kosong
Rasakupun
datang
Menunggupun
sirna sudah
Rasa
itupun mulai melemah
Yang
kulewati bersamanya kini
Tidak
seperti yang diharapkan isi hati
Yang
tadinya cinta jadi benci
Dan
hadirmu kembali lagi
Hembusan nafas yang ku hirup
Takan
terwujud tanpa perjuanganmu
Untukku
kau ciptakan tinta kehidupan
Saat
ku tersenyum dalam tangis
Deritaku
kau pinta dengan lantang
Demi
ayunan langkahku
Kau
taruhkan nyawa melayang
Untukku
tak mampu kau pejamkan mata
Sungguh
mulia pejuanganmu ibu……
Surga
yang melekat dibawah telapak kakimu
Akhir
langkah perjuangan yang mulia
SANG PEMOTIVASI
Terkadang hidup ini terasa berat
Meskipun menatap kerasnya kehidupan yang penat
Tapi tersadari waktu terasa cepat berlau
Meskipun rasa dan asa bersatu padu
Sang
pemotivasi….
Engkau yang selalu ada dihati
Sang pemotivasi….
Engkau jadikan hidup ini menjadi berarti
Enggan rasanya ku lewati hari-hari tanpa ada arti
Sang pemotivasi….
Tunjukanlah arah dalam menghadapi kejamnya kehidupan bumi pertiwi
Tunjukanlah arti dalam negeri ini
Agar terbebas dari tangan jail yang tiada arti
OMBAK
Gemuruh
seakan tiada henti
Melambai
tak tentu arah
Mengingatkan
pada sang sejarah
Hembusan
angin bagaikan arah bergelombang kian kemari
Seakan
berikan sejarah
Menari-nari
di tepian pantai
Memberikan
warna
Dalam
kehidupan alam ini
Saat
malam kian mencekam
Menerpa
karang dan bebatuan
Mencabik
keheningan alam semesta
Merobek
kesunyian tiada henti
Panggung hidup yang kasar
Antarkan insan ke lembah hitam
Gelap selimuti hati nurani
Demi suatu kilauan dunia
Tergoreskah dalam benak hati
Hitamnya lorong bawah tanah
Tikus-tikus tanah yang menghadang
Sanggupkah kita melawan
Kerakusan dunia yang didambakan
Bukanlah jaminan menjanjikan
Melainkan siksa kubur yang
menyakitkan
Gemuruh lautan api ilahi
Lelehkan kerasnya karang
Sanggupkah tuk kita jalani
Tarian
tanah goyahkan bumi
Nyanyian
laut selaraskan tanah
Sijago
merah santap kayu dan bambu
Aliran
air ludahi kehidupan
Cobalah
berfikir mengapa terjadi
Akankah
berlanjut tiada henti
Sadarlah
akan semua itu
Masihkah
kita akan bangga akan dosa
Menangis
karna cinta dan
Tersenyum
dalam derita
Hidup
hanyalah sementara
Tiada
guna kita berdusta
Terseret
derasnya aliran api
Semua
kan kembali pada-Nya
Saat
malam menampakan wajahnya
Busana
terindah bergegas kau pilih
Sajikan
tubuh penuh pesona
Antrian
hidung belang menanti
Hembusan
angin malam yang menanti
Menuntun
putri beranjak pergi
Wujudkan
tempat terindah tiada banding
Kenikmatan
sesaat yang tercipta
Hantarkan
putri panasnya api
Wahai
putri malam
Jalan
masih panjang
Beribu
cara tercipta
Sepeser
rupiah yang kau dapat
Tiada
berarti jika dikaji
Dalam
keheningan malam
Terbayang
keanggunan dirimu
Hadirkan
kerinduan dalam kalbu
Bersanding
dirimu adalah hal terindah
Jauh
darimu adalah derita bagiku
Teteplah
temani langkahku
Lengkapi
hariku penuh makna
Semua
terasa hampa tanpamu
Karna
kau separuh jiwaku
Yang
selalu ku rindu
Disaat
dekat denganmu
Damai
sangat kurasakan
Disaat
jauh darimu
Gundah
begitu melanda hati ini
Tentram udara pagi tanpa beban
Tari dan nyanyian burung suatu tontonan
Hijau daun membentang perdamaian
Jelajahi bumi penuh makna
Hembusan angin menepis hati yang sepi
Karyakan peibadi mandiri
Hidupkan jiwa yang mati
Redupkan kobaran api membara
Putih hati yang terukir
Sejukan jiwa yang gersang
Toleransi yang kau ulurkan
Ku sambut senyuman indah
Biru langit adalah balasan putihnya nurani
Para
pemimpin bertangan besi
Ciptakan
pisau dalam negeri
Goreskan
luka dilangit biru
Beranjak
pergi sesuka hati
Tak
terfikir siapa yang menanti
Uluran
tangan yang dulu berkah
Kini
hanyalah suatu musibah
Rakusnya
tangan menggenggam
Jahatnya
fikir dalam hati
Hancurkan
harap kita nanti
Lingkaran
api yang menyala
Hanguskan
batin nurani
Atas
ulah mereka
Tiadalah
ketentraman dalam negeri
Saling
injak yang terjadi dan
Air
liur telah menanti
Kau
kenangan masa laluku
Kau
selalu hadir disetiap hariku
Kau
ada disetiap bayangku
Dank
au yang selalu ku rindu
Entah
bagaimana rasa ini dapat terjadi melanda hatiku
Rasa
ini tak pernah pudar
Sampai-sampai
ku lupa bagaimana caranya untuk melupakan
Satu
langkah dan tujuan
Yang
terbaik untuk masa depan
Kau
tiada bagi debu
Kau
ada bagai sendu
Aku
tiada kau hadir
Dan
kau tiada aku merindukanmu
Terkadang
aku merasa tak ada beban
Terkadang
ku merasa tak ada pikiran
Tak
terasa waktu berlalu
Mengiringi
rasa senduku
Ku
tak tahu caranya
Melupakan
semua ini
Masikah
akan selalu datang
Tanpa
adanya perhitungan
Menghadapi
cobaan
Dihadapi
dengan kesabaran
Dengan
adanya pengorbanan
Untukku
selesaikan
Tanpa
adanya piker panjang
No comments:
Post a Comment