Puisi

Ayah….
Namamu akan selalu tersimpan
Pengorbananmu akan selalu ku kenang
Nasehatmu akan selalu ku ingat
Ayah….
Kau korbankan waktumu untuk menghidupi keluargamu
Hanya untuk sesuap nasi anak dan istri
Seakan keluarga bagaikan jiwa dan ragamu
Ayah….
Seakan kau tak pernah lelah
Hujan dan panaspun tak pernah kau hiraukan
Engkau bagaikan pemandu dalam hidupku
Ayah….
Andai kau tahu ku selalu merindukanmu
Merindukan kehangatan dalam canda dan tawamu
Merindukan lembaran untuk meneruskan pengorbananmu



IBU
Ibu engkau bagaikan pelita dalam hidupku
Ibu engkau bagaikan bintang yang selalu setia pada malam
Kasih sayangmu seperti luasnya lautan
Sentuhanmu lembut bagaikan sutra
Tutur katamu bagaikan lentera penerang hatiku
Nasehatmu indah bagaikan tutur katamu
Kesabaranmu seperti mentari yang tak pernah lelah menyinar ialam ini
Kehadiranmu bagaikan pelangi yang mewarnai hidupku
Ibu engkaulahpenerang dalam setiap langkahku
Ibusenyumu….
Bagaikan mentari pagi yang menyejukan hati





                    Disaatku mengenalmu
Kehidupan mulai berwarna
Disaatkau tak ada disampingku
Keseharianku tak berwarna
Cinta yang kurasakan ini
Entah kaupun merasakan atau tidak
Tetapi ku ingin perasaan ini
Akan selalu ku kenang dijiwa
Ku berharap keinginan
Harapan dan perhatianmu
Akan selalu tercurahkan
Untukku seorang
Biarlah cintaku cintamu
Akan tetap terus
Abadi dan bersemi Dalam hati



SAHABAT
Sahabat..
Sungguh berharganya dirimu
Ku tak bisa bahagia tanpamu
Sahabat..
Kau selalu hadir bersamaku
Disaat suka maupun duka
Dalam diam kuhatiku bertanya
Mungkinkah kita kan selalu bersama?
Sahabat..
Aku harap persahabatan kita bagai lingkaran
Kamu tau kenapa??
Karena lingkaran takpernah punya titik awal dana khir
Sahabat..
Aku tak ingin persahabatan kita bagai garis
Yang punya titik awal dan akhir
Sahabat..
Aku akan selalu merindukanmu..
                                                                           
     


HARI YANG SPECIAL UNTUKMU
Hari ini hari yang kaunantikan
Bertambahnya umur untukmu
Menjadikan perubahan dalam segala hal
Cita-cita yang kau inginkan
Mudah-mudahan terwujudkan
Hanya do’a dan ucapan
Yang bisa aku katakan
Semoga Allah mendengar
Dan akan mengabulkan…Aamiin
Tahun yang lalu
tahun yang sekarang
harapanselaluada
harapan selalu datang
aku mungkin bukan siapa-siapa
aku hanya kaka biasa
yang selalu ingin ada
disetiap hari-harimu




DUA RASAKU
Semenjak ku mengenalmu
                                                                      Kenangan bersamamu
Semenjak kau mengisi hatiku
Kaupun menjadi masalaluku
Tak ku kira kau meninggalkanku
Tanpa alas an yang padu
Sampai kapan aku harus merindu
Dengan menunggu dan menunggu
Dikala hati ini kosong
Rasakupun datang
Menunggupun sirna sudah
Rasa itupun mulai melemah
Yang kulewati bersamanya kini
Tidak seperti yang diharapkan isi hati
Yang tadinya cinta jadi benci
Dan hadirmu kembali lagi
     




KEMULIAAN SEORANG IBU
Hembusan nafas yang ku hirup
Takan terwujud tanpa perjuanganmu
Untukku kau ciptakan tinta kehidupan
Saat ku tersenyum dalam tangis
Deritaku kau pinta dengan lantang
Demi ayunan langkahku
Kau taruhkan nyawa melayang
Untukku tak mampu kau pejamkan mata
Sungguh mulia pejuanganmu ibu……
Surga yang melekat dibawah telapak kakimu
Akhir langkah perjuangan yang mulia



SANG PEMOTIVASI
Terkadang hidup ini terasa berat
Meskipun menatap kerasnya kehidupan yang penat
Tapi tersadari waktu terasa cepat berlau
Meskipun rasa dan asa bersatu padu
                                               Sang pemotivasi….         
Engkau yang selalu ada dihati
Sang pemotivasi….
Engkau jadikan hidup ini menjadi berarti
Enggan rasanya ku lewati hari-hari tanpa ada arti
Sang pemotivasi….
Tunjukanlah arah dalam menghadapi kejamnya kehidupan bumi pertiwi
Tunjukanlah arti dalam negeri ini
Agar terbebas dari tangan jail yang tiada arti


 
OMBAK
Gemuruh seakan tiada henti
Melambai tak tentu arah
Mengingatkan pada sang sejarah
Hembusan angin bagaikan arah bergelombang kian kemari
Seakan berikan sejarah
Menari-nari di tepian pantai
Memberikan warna
Dalam kehidupan alam ini
Saat malam kian mencekam
Menerpa karang dan bebatuan
Mencabik keheningan alam semesta
Merobek kesunyian tiada henti
                                                               


SIKSAAN
Panggung hidup yang kasar
Antarkan insan ke lembah hitam
Gelap selimuti hati nurani
Demi suatu kilauan dunia
Tergoreskah dalam benak hati
Hitamnya lorong bawah tanah
Tikus-tikus tanah yang menghadang
Sanggupkah kita melawan
Kerakusan dunia yang didambakan
Bukanlah jaminan menjanjikan
Melainkan siksa kubur yang menyakitkan
Gemuruh lautan api ilahi
Lelehkan kerasnya karang
Sanggupkah tuk kita jalani


PERINGATAN ILLAHI
Tarian tanah goyahkan bumi
Nyanyian laut selaraskan tanah
Sijago merah santap kayu dan bambu
Aliran air ludahi kehidupan
Cobalah berfikir mengapa terjadi
Akankah berlanjut tiada henti
Sadarlah akan semua itu
Masihkah kita akan bangga akan dosa
Menangis karna cinta dan
Tersenyum dalam derita
Hidup hanyalah sementara
Tiada guna kita berdusta
Terseret derasnya aliran api
Semua kan kembali pada-Nya


  
PUTRI MALAM
Saat malam menampakan wajahnya
Busana terindah bergegas kau pilih
Sajikan tubuh penuh pesona
Antrian hidung belang menanti
Hembusan angin malam yang menanti
Menuntun putri beranjak pergi
Wujudkan tempat terindah tiada banding
Kenikmatan sesaat yang tercipta
Hantarkan putri panasnya api
Wahai putri malam
Jalan masih panjang
Beribu cara tercipta
Sepeser rupiah yang kau dapat
Tiada berarti jika dikaji


    SEPARUH JIWA
Dalam keheningan malam
Terbayang keanggunan dirimu
Hadirkan kerinduan dalam kalbu
Bersanding dirimu adalah hal terindah
Jauh darimu adalah derita bagiku
Teteplah temani langkahku
Lengkapi hariku penuh makna
Semua terasa hampa tanpamu
Karna kau separuh jiwaku
Yang selalu ku rindu
Disaat dekat denganmu
Damai sangat kurasakan
Disaat jauh darimu
Gundah begitu melanda hati ini


    
PERDAMAIAN
Tentram udara pagi tanpa beban
Tari dan nyanyian burung suatu tontonan
Hijau daun membentang perdamaian
Jelajahi bumi penuh makna
Hembusan angin menepis hati yang sepi
Karyakan peibadi mandiri
Hidupkan jiwa yang mati
Redupkan kobaran api membara
Putih hati yang terukir
Sejukan jiwa yang gersang
Toleransi yang kau ulurkan
Ku sambut senyuman indah
Biru langit adalah balasan putihnya nurani


KERAKUSAN
Para pemimpin bertangan besi
Ciptakan pisau dalam negeri
Goreskan luka dilangit biru
Beranjak pergi sesuka hati
Tak terfikir siapa yang menanti
Uluran tangan yang dulu berkah
Kini hanyalah suatu musibah
Rakusnya tangan menggenggam
Jahatnya fikir dalam hati
Hancurkan harap kita nanti
Lingkaran api yang menyala
Hanguskan batin nurani
Atas ulah mereka
Tiadalah ketentraman dalam negeri
Saling injak yang terjadi dan
Air liur telah menanti
    




MERINDU
Kau kenangan masa laluku
Kau selalu hadir disetiap hariku
Kau ada disetiap bayangku
Dank au yang selalu ku rindu
Entah bagaimana rasa ini dapat terjadi melanda hatiku
Rasa ini tak pernah pudar
Sampai-sampai ku lupa bagaimana caranya untuk melupakan
Satu langkah dan tujuan
Yang terbaik untuk masa depan
Kau tiada bagi debu
Kau ada bagai sendu
Aku tiada kau hadir
Dan kau tiada aku merindukanmu




Diantara banyak kata
Terkadang aku merasa tak ada beban
Terkadang ku merasa tak ada pikiran
Tak terasa waktu berlalu
Mengiringi rasa senduku
Ku tak tahu caranya
Melupakan semua ini
Masikah akan selalu datang
Tanpa adanya perhitungan
Menghadapi cobaan
Dihadapi dengan kesabaran
Dengan adanya pengorbanan
Untukku selesaikan
Tanpa adanya piker panjang









No comments:

Post a Comment